Pendidikan Dan Sikap Kesehatan

Keberhasilan program  pendidikan dan sikap kesehatan sangat besar perananya guna mewujudkan sumber daya insan yang berkualitas. Pendidikan dan sikap kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program pendidikan dan sikap kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka perihal pentingnya kesehatan itu sendiri. Kesehatan sendiri ialah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan dan sikap kesehatan.

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN KESEHATAN
Pendidikan kesahatan sangat penting untuk menunjang aktivitas –program kesehatan yang lain.akan tetapi pernyataan ini tidak didukung dengan kenyataan yang ada. Karena aktivitas pelayanan kesehatan yang ada kurang melibatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan merupakan ‘behavioral investment’ jangka panjang.Artinya pendidikan kesehatan gres sanggup dilihat beberapa tahun kemudian. Dalam waktu yang pendek (immediate impact) pendidikan kesehatan  hanya menghasilkan perubahan atau peningkatan  pengetahuan masyarakat. Sedangkan peningkatan pengetahuan saja belum akan kuat eksklusif terd=hadap indikator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan perpengaruh pada sikap sebagai hasil jangka menengah (intermediate impact)dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya akan kuat pada peningkatan indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran (outcome) pendidikan kesehatan. Berbeda dengan aktivitas kesehatan yang lain,terutama aktivitas pengobatanyang eksklusif memperlihatkan hasil (immediate impact) terhadap penurunan kesakitan.
1.      Peranan Pendidikan Kesehatan
Peranan pendidikan kesehatan ialah melaksanakan intervensi faktor sikap sehingga sikap individu,kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Dengan kata lain, pendidikan kesehatan  adalah suatu perjuangan untuk menyediakan kondisi psikologis dan target semoga mereka berperilaku sesuai dengan tuntunan nilai-nilai kesehatan.
2.      Konsep Pendidikan Kesehatan
Konsep pendidikan kesehatan ialah konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan. Konsep dasar pendidikan ialah suatu proses berguru yang berarti dalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik, lebih matang pada diri individu, kelompok / masyarakat. Konsep pendidikan kesehatan itu juga proses berguru pada individu, kelompok atau masyarakat dari tidak tahu perihal nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak bisa mengatasi kasus kesehatan menjadi bisa mengatasi kasus kesehatan, dll.
3.      Proses Pendidikan Kesehatan
Prinsip pokok pendidikan kesehatan ialah proses belajar. Dalam kegiatan berguru ada tiga kasus pokok,yakni kasus masukan (input), proses dan kasus pengeluaran ( out put ). Faktor-faktor yang menghipnotis proses berguru ada 4 kelompok yaitu: faktor materi(bahan belajar), lingkungan, instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardwere) menyerupai perlengkapan belajar,alat-alat peraga, dan perangkat lunak (softwere) menyerupai fasilitator belajar,metode belajar,organisasi,dll.

RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KESEHATAN
Ruang lingkup pendidikan kesehatan sanggup dilihat dari aneka macam dimensi, antara lain dimensi sasaran  pendididkan, dimensi kawasan pelaksanaan atau apikasinya,dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan. Dimensi target pendidikan kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok :
1.      Pendidikan kesehatan individual
2.      Pendidikan kesehatan kelompok
3.      Pendidikan kesehatan masyarakat
Dimensi kawasan pelaksanaanya, pendidikan kesehatan sanggup berlangsung di aneka macam tempat,misal di sekolah, rumah sakit, di tempat-tempat kerja, dll
Dimensi tingkat pelayanan kesehatan sanggup dilakukan berdasarkan  5 tingkat pencegahan.
1.      Promosi kesehatan (health promotion)
2.      Perlindungan khusus (specific protection)
3.      Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prampt treatment)
4.      Pembatasan cacat (Disability limitation)
5.      Rehabilitasi (rehabilitation)

SUB BIDANG KEILMUAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Usaha intervensi sikap diarahkan pada 3 faktor pokok, yakni faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Strategi untuk pendekatan faktor tersebut berbeda-beda. Dari perbedaan taktik tersebut mengakibatkan dikembangkannya mata pedoman – mata pedoman atau sub disiplin ilmu sebagai materi dari pendidikan kesehatan. Mata pedoman tersebut ialah :
1.      Komunikasi
2.      Dinamika Kelompok
3.      Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat (PPM)
4.      Pengembangan Kesehatan  Masyarakat Desa (PKDM)
5.      Pemasaran Sosial (Social Marketing)
6.      Pengembangan Organisasi
7.      Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat)
8.      Pengembangan Media ( Teknologo Pendidikan Kesehatan)
9.      Perencanaan dan Evaluasi Pendidikan Kesehatan
10.  Antropologi Kesehatan
11.  Sosiologi Kesehatan
12.  Psikologi Sosial

METODE PENDIDIKAN PERILAKU
Pada hakikatnya pendidikan kesehatan ialah suatu kegiatan atau perjuangan untuk memberikan pesan kesehatan kepada masyarakat ,kelompok atau individu. Beberapa metode pendidikan individual, kelompok, dan massa (public).
1.      Metode pendidikan individual (perorangan)
Bentuk dari pendekatan pendidikan ini ialah bimbingan dan penyuluhan, dan wawancara.
2.      Metode pendidikan kelompok
Metode pendidikan kelompok ,harus mengingat besarnya kelompok target serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Metode tergantung pada besarnya target pendidikan.Kelompok besar bisa memakai metode ceramah dan seminar. Sedangkan kelompok kecil bisa dengan : Diskusi kelompok, Curah pendapat (Brain Storming), Bola salju (Snow Balling), Kelompok kecil –kecil ( Bruzz Group), Memainkan peranan (Role Play), Permainan simulasi( Simulation Game).
3.      Metode pendidikan massa ( public)
Pendekatan yang bisa dilakukan dengan metode ini ialah : Ceramah umum (Public Speaking), Pidato-pidato diskusi perihal kesehatan melalui media elektronik baik tv maupun radio, Simulasi, Sinetron, Tulisan- goresan pena dimajalah atau koran, Bill Board.

ALAT BANTU DAN MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN
Alat Bantu Pendidikan Kesehatan :
1.   Alat bantu lihat. Alat bantu lihat ini dibagi menjadi 2 : Alat yang diproyeksikan (slide, film,film strip,dll) dan Alat- alat yang tidak diproyeksikan ( gambar peta, bola dunia,dll).
2.      Alat- alat bantu dengar ,misalnya piringan hitam,radio, pita suara,dll.
3.      Alat bantu lihat- dengar, menyerupai televisi dan radio cassette
Media Pendidikan Kesehatan :
Media pendidikan kesehatan ialah alat bantu pendidikan (AVA). Media pendidikan sendiri dibagi menjadi 3 yaitu: media cetak, media elektronik, Alat bantu  pendidikan ialah alat –alat yang dipakai oleh pendidik dalam memberikan materi pendidikan atau pengajaran. Macam- macam alat bantu menyerupai papan media (bill board).

PERILAKU KESEHATAN
Perilaku kesehatan intinya ialah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan , makanan, serta lingkungan.perilaku kesehatan meliputi :
1.      Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit
Yaitu bagaimana insan berespons,baik secara pasif maupun aktif. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini ada tingkat  pencegahannya antar lain : (a) Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan, (b) Perilaku pencegahan penyakit, (c) Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan, (d) Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan.
2.      Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan
Respons  seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional.
3.      Perilaku terhadap makanan
Respons seseorang terhadap makanan  sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.Perilaku ini meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap masakan serta unsur yang terkandung didalamnya,dll.
4.      Perilaku tehadap lingkungan kesehatan
Perilaku ini antara lain meliputi : Perilaku sehubungan dengan air bersih, Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor, Perilaku sehubungan dengan limbah, Perilaku sehubungan dengan rumah sehat, Perilaku sehubungan dengan pencucian sarang- sarang nyamuk.

PERUBAHAN -PERUBAHAN PERILAKU
Hal terpenting dalam pembentukan sikap kesehatan ialah kasus pembentukan dan perubahan perilaku. Perubahan sikap merupakan tujuan dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program-program kesehatan yang lainnya. Banyak teori perihal perubahan perilaku.antara lain :
1.      Teori Stimulus-Organisme-Respon(S-O-R)
Teori ini mendasarkan perkiraan bahwa penyebab terjadinya perubahan sikap tergantung pada kualitas rangsang ( stimulus) yang berkomunikasi organisme. Proses perubahan sikap tersebut menggambarkan proses berguru pada diri individu yang terdiri dari : (a) Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme sanggup diterima atau ditolak; (b) Apabila stimulus telah menerima perhatian dari organisme ( diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya; (c) Setelah itu organisme mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimany ( bersikap); (d) Akhirnya dengan pinjaman kemudahan serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai imbas tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku)
2.      Teori Festinger (Dissonance Theory)
Teori ini sama dengan konsep ‘im balance’( tidak seimbang).Keadaan ketidakseimbangan  psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali.Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu ,maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi,dan keadaan ini disebut’consenance’ ( keseimbangan).
3.      Teori Fungsi
Teori perubahan sikap ini tergantung pada keutuhan.Hal ini berarti bahwa stimulus yang sanggup mengakibatkan perubahan sikap seseorang apabila stimulus tersebut sanggup dimengerti dalam konteks kebutuhan oranng tersebut.Menurut Katz (1960) sikap dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan .Katz berasumsi bahwa : (a) Perilaku itu mempunyai fungsi instrumental,artinya sanggup berfungsi dan memperlihatkan pelayanan terhadap kebutuhan. (b) Perilaku sanggup berfungsi sebagai ‘Defence mecanism’ atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya. (c) Perilaku sebagai akseptor objek dan memperlihatkan arti. (d) Perilaku berfunsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi.
4.      Teori Kurt Lewin
Perilaku insan itu ialah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan- kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan- kekuatan penahan (restrining forces).Ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan sikap pada diri seseorang, yakni : (a) Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat; (b) Kekuatan- kekuatan penahan menurun; (c) Kekuatan pendorong meningkat ,kekuatan pendorong menurun

PERUBAHAN PERILAKU DAN PROSES BELAJAR
Terbentuknya sikap sanggup terjadi lantaran proses kematangan dan dari proses interaksi dengan lingkungan.Cara yang kedua inilah yang paling besar pengaruhnya terhadap sikap manusia. Terbentuknya dan perubahan sikap lantaran proses interaksi antara individu  dengan lingkungan ini melalui suatu proses ,yakni proses belajar.Oleh lantaran itu,perubahan perilaku  dan proses berguru itu sangat erat kaitannya .Perubahan sikap merupakan hasil dari proses belajar.

BENTUK- BENTUK PERUBAH PERILAKU
Bentuk  perubahan sikap sangat bervariasi.Bentuk perubahan sikap berdasarkan WHO ada 3 yaitu :
1.      Perubahan alamiah (natural change)
Perubahan disebabkan lantaran insiden alamiah .
2.      Perubahan planning (planned change)
Perubahan yang terjadi memang lantaran sudah direncanakan  sendiri oleh subjek.
3.      Kesediaan untuk berubah (Readiness to change)
Dalam hal ini masyarakat mempunyai kesediaan berubah yang berbeda-beda.
Beberapa strategi  untuk memperoleh perubahan sikap berdasarkan WHO ,antara lain :
1.      Menggunakan kekuatan /kekuasaan atau dorongan
Perubahan sikap dipaksakan  pada sasaran  atau masyarakat sehingga ia mau melaksanakan ( berperilaku) menyerupai yang diharapkan.Hal ini sanggup dilakukan dengan adanya peraturan-peraturan atau perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat.
2.      Pemberian informasi
Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperlihatkan informasi-informasi perihal cara mencapai hidup sehat,cara memelihara kesehatan,dll.
3.      Diskusi dan Partisipasi
Disini pemberian isu sifatnya tidak searah saja,tetai dua arah.hal ini berarti masyarakat tidak hanya pasif mendapatkan informasi, tetapi juga harus aktif berpartisipasi melaui diskusi -diskusi perihal isu yang diterimanya

0 Response to "Pendidikan Dan Sikap Kesehatan"

Posting Komentar